Bukan Taman Boneka

Desember 16, 2008

(I)

terenyuh membelenggu
saat menatap wajah-wajah pilu
mengharap-harap
datangnya yayah rena

berjuta keinginanmu tak segera terjemahkan
seperti berjuta duka bunda-bundamu tertekan peradaban
lunglai menahan beban
ternista oleh kebiadaban
kau-kau pun terkorbankan Baca entri selengkapnya »

Bersimpuh di Atas Sajadah Lusuh

Desember 3, 2008

KERINDUAN

letih menanti
di tepi kebimbangan
sewindu lebih bermimpi
menantikan sang fajar yang tak kunjung tiba

siang sepi
malam beku

merayu layu
pucat asmaradana
susut permukaan danau biru
benih tersemai tak tumbuh-tumbuh
Baca entri selengkapnya »

Tak Terlihat Mendung di Dahimu (4)

November 27, 2008

(tamat)

TIGA bulan berlalu rumah tangga baru pasangan Kus dan Hamidah nampak rukun. Hamidah juga tetap dibiarkan bekerja sesuai permintaanya. Kus pun tetap rutin pulang ke rumah Midah saban Jumat sore dan hari Senin berangkat bekerja dan tinggal di mes pabrik lagi. Midah juga tak pernah protes harus pulang setiap hari. Malah mendukung demi kesehatan suami tercinta. “Asyikkan…. ketemu setiap minggu saja, malah seperti pengatin baru terus,” tangkis Midah kalau kawan-kawannya menggoda perihal kepulangan suaminya yang mingguan itu. Baca entri selengkapnya »

Tak Terlihat Mendung di dahimu (3)

November 10, 2008

BULANdemi bualan yang dipraktekkan Kusnendar tetap tidak terbongkar. Karena Hamidah orangnya memang tidak hobi seladak-selidik. Kus kerja di mana di perusahaan apa dan gajinya berapa atau istri dan anaknya berapa, persetan!. Yang penting pertemuan mereka kerap terjadi. Jika sebelumnya, saat Kus belum mengenal Gadis Babelan itu, ia naik KRL jika mau ke kantor hanyalah untuk variasi semata. Sebab mengendarai kendaraan roda empat sering berbuah sebal dan kesal oleh kemacetan. Baca entri selengkapnya »

Tak Terlintas Mendung di Dahimu (2)

November 10, 2008

Bag 2img_0366

Hamidah adalah gadis yang dikenal Kus setahun lalu. Pertemuan mereka bermula di atas Kereta Api Listrik (KRL) jurusan Bekasi–Kota. Tak menyangka perkenalan yang prosesnya sepele itu berlanjut menjadi tali kasih. Kala itu, gadis Betawi nan cantik yang berprofesi sebagai karyawati perusahaan percetakan di Mangga Dua, berkesempatan berkenalan dengan Kusnendar.

Baca entri selengkapnya »

Tak Telintas Mendung di Dahimu (1)

November 8, 2008

Bagi: I

slmet a wijaya

Hidup bukan perdagangan yang berprinsip selalu untung. Namun, sebuah perjalanan terbatas yang telah diatur bermacam rambu. Untung, rugi, susah, bahagia diantaranya. Serakah, memonopoli bukanlah haknya. Poligami? ah…

Baca entri selengkapnya »

Hello world!

November 8, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.