(I)
terenyuh membelenggu
saat menatap wajah-wajah pilu
mengharap-harap
datangnya yayah rena
berjuta keinginanmu tak segera terjemahkan
seperti berjuta duka bunda-bundamu tertekan peradaban
lunglai menahan beban
ternista oleh kebiadaban
kau-kau pun terkorbankan Baca entri selengkapnya »




